Analisis Kredit Untuk Account Officer

Lembaga Perbankan merupakan inti dari sistem keuangan dari setiap negara. Bank adalah lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi orang perseorangan, badan usaha swasta, badan-badan usaha milik negara, bahkan lembaga-lembaga pemerintah menyimpan dana-dana yang dimilikinya. Bank menjadi tempat masyarakat meminjam dana atau kredit. Perkembangan penyaluran kredit yang terjadi pada perbankan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, idealnya hal ini akan mengakibatkan nilai kredit menjadi semakin besar dan kemungkinan kredit bermasalah pun meningkat. Untuk itu petugas bank yang memiliki peran penting dari proses pengajuan kredit sampai pemberian keputusan kredit atau yang kita kenal dengan Account Officer harus mampu melakukan analisis kredit bagi calon nasabah yang baru.
I. Pengertian Analisis Kredit
Analisis kredit adalah suatu penilaian, pengamatan, penelitian, verifikasi, dan perhitungan yang dilakukan BPR pada usaha calon debitur/debitur untuk mengetahui, memahami profil risiko dengan pendekatan 6 C, dan hubungannya dengan aspek yuridis, aspek manajemen, aspek sosial, ekonomi, aspek pemasaran, aspek produksi, aspek jaminan, dan aspek keuangan, untuk mengendalikan risiko kredit dan menentukan struktur fasilitas kredit serta sarana pengambilan suatu keputusan komite kredit.
Apakah Tujuan dan Sasaran Analisis kredit?
Tujuan utama analisis kredit adalah untuk memberikan rekomendasi bagi komite kredit tentang keyakinan apakah nasabah mempunyai kemauan dan kemampuan memenuhi kewajibannya kepada bank secara tertib, baik pembayaran pokok pinjaman maupun bunganya, sesuai dengan kesepakatan dengan bank.
Bagaimana Tujuan dan sasaran Analisis Kredit bagi Account Officer?
- Kredit yang diberikan BPR atau kredit yang telah diterima calon debitur/nasabah, harus kembali ke BPR pada saatnya sesuai perjanjian dan berdasarkan penjadwalan pembayaran.
- Kredit yang diberikan terarah, artinya kredit yang diterima calon debitur/nasabah benar-benar digunakan untuk tujuan semula.
- Kredit yang diberikan bermanfaat, artinya kredit yang diterima calon debitur/debitur dapat meningkatkan kegiatan berusaha, bukan untuk tujuan lain.
- Kredit yang diberikan menghasilkan, artinya kredit yang diterima calon debitur/debitur dapat meningkatkan pendapatan/keuntungan, perluasan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Pentingnya manfaat analisis kredit bagi Account Officer serta calon debitur itu sangat banyak seperti:
- Memberikan gambaran profile risiko calon debitur
- Dapat menjamin pemberian kredit yang tepat waktu, tepat jumlah tepat sasaran dan tepat guna sehinggal dapat mengurangi risiko yang akan terjadi
- Sebagai dasar pemberian kredit secara hati hati (Prudential Banking)
- Sebagai perwujudan azas-azas pemberian kredit yang sehat
Bagaimana proses identifikasi analisis kredit bagi Account Officer?
Proses analisis kredit yang diajukan calon debitur dapat dibuat rekomendasi secara cepat, tepat, dan aman sehingga dapat dijadikan dasar rekomendasi bagi komite kredit dalam mengambil keputusan. Rincian kegiatan identifikasi analisis kredit?
- Pengumpulan data
- Verifikasi data
- Pengadministrasian Data
- Kunjungan ketempat usaha/proyek (secara On The Spot)
- Presentasi pada komite Audit (bila perlu)
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan analisis kredit di lapangan
- Memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang bersifat teknis dan teoritis
- Mental yang baik dan mampu bertindak sebagai “ Double Size Banker”(yaitu 1/5 dirinya sebagai seorang lawyer, 1/5 manajer, 2/5 Accountant, & 5/5 Gentlement) sehingga mampu mengelola risiko kredit
- Adanya data yang akurat dan informasi yang informatif
- Memahami metode dan tehnik analisis yang efektif
Ciri keberhasilan Analisis Kredit
Mampu membuat rekomendasi analisis kredit yang baik dan meyakinkan bagi pengambil keputusan (komite kredit), serta memberikan efek positif bagi debitur:
Bagi BPR :
- Dapat mengetahui profil risiko
- Dapat menentukan positif dan negative usaha debitur
- Dapat menentukan positif dan negativepoint kondisi usaha debitur
- Dapat menetapkan struktur kredit yang tepat,cepat dan aman
Bagi Debitur
- Mendorong maju dan berkembang usaha debitur
- Meningkatkan pendapatan
- Harga lebih bersaing
- Terciptanya lapangan kerja
- Meningkatkan nilai guna
Di awal sudah membahas pengertian dari analisis kredit yaitu Analisis kredit adalah suatu penilaian, pengamatan, penelitian, verifikasi, dan perhitungan yang dilakukan BPR pada usaha calon debitur/debitur untuk mengetahui, memahami profil risiko dengan pendekatan 6 C. Pendekatan 6C yang dimaksud adalah Character (Watak), Capacity (kemampuan), Capital (Modal), Condition (Kondisi), Colateral (Aguna), Cash Flow (Aliran Kas).
Pendekatan Character (Watak)
Pada pendekatan karakter atau watak di sini menitik beratkan pada penilaian pada sifat-sifat atau kebiasaan-kebiasaan calon debitur/debitur, seperti kejujuran, suka berbohong, tidak sabar, itikad tidak baik, dan menyepelekan suatu permasalahan atau menggampangkan permasalahan, suka ngemplang. Semua sifat ini harus dapat diungkapkan secara kualitatif dan kuantitatif, yaitu dapat dipaparkan dengan kalimat/kata-kata maupun dengan angka-angka berupa scoring. Yang menjadi penekanan terutama terhadap komitmen dan kesanggupan untuk melakukan pembayaran kredit ke BPR, walaupun dalam keadaan sulit/usaha tidak jalan
Pendekatan Capacity (Kapasitas)
Pendekatan pada capacity, Account Officer BPR berusaha untuk mengetahui kemampuan manajemen dari calon debitur/debitur dalam mengelola suatu usaha mulai perencanaan sampai realisasi usaha sehingga mampu memenuhi kewajiban terhadap BPR secara rutin, dan pada saat jatuh tempo, pada situasi apapun. Untuk menganalisis pendekatan ini, ditekankan pada kemampuan manajemen seperti: pendidikan pengelola, pengalaman mengelola usaha, gaya kepemimpinan, dan umur dari pemilik usaha. Untuk mengukur hal tersebut, sering Account Officer atau BPR meminta daftar riwayat hidup calon debitur/debitur.
Pendekatan Capital (Modal)
Pendekatan pada Capital, Account Officer memperhatikan modal sendiri usaha calon debitur/debitur yang berasal dari penanaman modal awal atau modal disetor, laba ditahan, dan cadangan-cadangan. Modal sangat penting mengingat kredit yang diberikan hanya bersifat modal tambahan yang persentasenya kecil, hal ini ditekankan pada calon debitur/debitur pada tanggung jawab menjalankan usaha.Di samping itu, struktur modal sendiri yang baik adalah melebihi 60%, yang mana akan mengurangi risiko kerugian bagi BPR. Kalau dilihat dari scoring risiko, jika modal usaha calon debitur > 60%
berasal dari kredit BPR risikonya menjadi semakin rendah. Begitu juga sebaliknya, makin kecil modal calon debtor risikonya semakin tinggi.
Pendekatan Kondisi Ekonomi (Condition of Economy)
Pendekatan dengan kondisi ekonomi secara menyeluruh tidak dapat diabaikan, baik yang bersifat lokal (daerah otonomi), nasional, maupun dan internasional, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi usaha calon debitur/debitur. Keberhasilan suatu usaha dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang ada, seperti bidang:
- Pemasaran produk usaha sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi
- Permodalan dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi.
- kegiatan produksi barang dipengaruhi oleh keadan ekonom
- Peraturan perundang-undangan, akan berpengaruh terhadap usaha calon debitur/debitur
Pendekatan Jaminan/Agunan (Collateral)
agunan kredit yang diserahkan calon debitur/debitur pada BPR, seperti :
- Status kepemilikan,
- Letak agunan strategis/tidak,
- Marketable/tidak,
- Tempat penyimpanan agunan
- Legalitas agunan dalam penilaian, apakah agunannya sudah di likuidasi atau ditaksasi sehingga dapat menutup kredit, dan LTV berapa persen.
Pendekatan Arus Kas (Cash Flow)
Pendekatan Cash Flow merupakan suatu pendekatan dengan menghitung perbandingan arus kas masuk dengan arus kas keluar Mengapa Arus Kas penting dalam analisa kredit? Para peminjam membayar kembali kredit mereka dari KAS, bukan dari modal atau laba. Mengapa Arus Kas dibutuhkan?
- Menetapkan kemampuan membayar kembali
- Merencanakan jumlah angsuran maksimum
- Merancang jadwal kredit yang sesuai dengan usaha peminjam
II. Teknik Pengumpulan Data dan Verifikasi Kredit
Identifikasi Data adalah kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan, meneliti, mendaftarkan, mencatat data dan informasi dari “kebutuhan” lapangan. Secara intensitas kebutuhan dapat dikategorikan (dua) macam yakni kebutuhan terasa yang sifatnya mendesak dan kebutuhan terduga yang sifatnya tidak mendesak. Beberapa data yang harus di kumpulkan oleh seorang Account Officer berupa :
- Identitas Diri (KTP, KK, Akta Perkawinan, dst)
- Identitas Usaha (SIUP, TDUP, NPWP, SITU, IMB, HO, Akta pendirian beserta perubahannya)
- Laporan keuangan (Neraca dan Laba/rugi, rekening bank, dancatatan keuangan lainnya)
- Lokasi usaha dan tahun pendirian, omzet penjualan beberapa bulan terakhir, rencana penjualan untuk usaha baru, daftar supplier, daftar pelanggan, pembeli utama, jumlah karyawan, pendidikan, dan lain lainnya
Account Officer harus mempunyai Teknik dalam pengumpulan data & Informasi berupa :
- Customer Interview. Maksudnya interviewer dari bank (Account Officer) melakukan dialog langsung dengan calon debitur atau lainnya melalui pengajuan berbagai pertanyaan.
- Credit Investigation. Maksudnya penelitian atau penyelidikan mengenai calon debitur atau lainnya yang sedang menjalankan/ menikmati kredit
Dalam pengumpulan data debitur seorang Account Officer itu mengalami beberapa kendala di lapangan seperti:
- Perusahaan belum mampu menyusun laporan keuangan dan bahkan tidak pernah melakukan pembukan/pencatatan transaksi usaha.
- Perusahaan sudah menyusun laporan keuangan tetapi belum sesuai dengan Prinsip-prinsip Akuntansi yang berlaku
- Perusahaan tidak memilki rekening koran (tabungan atau giro)
- Perusahaan belum pernah berhubungan dengan bank khususnya dalam hal perkreditan. Jaminansecaralegalitasbelumsempurna.
- Perusahaan tidak memiliki surat ijin usaha
- Perusahaan baru berdiri atau bersifat expansi tetapi belum pernah ke bank.
- Masalah-masalah lainnya.
Skill untuk seorang Account Officer dalam pengumpulan data calon debitur yang harus di miliki adalah:
- Mendengar dan mencatat dengan baik
- Mengevaluasi loan interview yang diharapkan calon debitur.
- Mengaplikasikan teknik wawancara yang efektif dan efesien.
- Menonjolkan peran calon debitur dan baru kemudian peran interview.
- Mengidentifikasikan karakteristik bidang usaha debitur.
- Menentukan faktor baik dan buruk kondisi debitur selama dilakukan wawancara.
- Evaluasi hasil tanya jawab atas dasar kriteria khusus.
Setelah data yang di perlukan dalam pengajuan kredit sudah terkumpul semua yang sesuai peraturan BPR, selanjutnya Account Officer akan bertugas berdasarkan bagan workflow di bawah ini:


